Sabtu, 23 Februari 2013

Harpoen, Aplikasi Mobile Indonesia Jadi Juara Dunia

Aplikasi mobile pertama dari Indonesia yang mendapat gelar ini.

Harpoen, aplikasi berbasis lokasi besutan anak bangsa, berhasil menyabet gelar juara dunia aplikasi mobile dalam kategori pariwisata dan budaya, pada ajang World Summit Award (WSA) Mobile 2012, yang digelar 3-5 Februari silam di Abu Dhabi.

Konsep Harpoen menarik: menjadikan suatu area menjadi media sosial. 'Grafiti digital'-nya memungkinkan pengguna untuk meninggalkan 'harp' atau virtual tag yang dikaitkan dengan lokasi tertentu.

Dijelaskan, Harpoen menawarkan cara untuk berkomunikasi dengan masa depan dan untuk menghubungkan orang dengan sejarah, serta memberikan rekomendasi dan opini tentang lingkungan sekitarnya.

Harpoen bersama tujuh aplikasi mobile lainnya dari seluruh dunia menjadi delapan juara dunia di acara dua tahunan yang didukung oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ini. Ajang penghargaan ini digelar oleh Pusat Internasional Austria untuk Media Baru dengan dukungan dari pemerintah Abu Dhabi.

Harpoen adalah aplikasi mobile pertama dari Indonesia yang mendapat gelar ini.

Juara lainnya adalah iButterfly dari Hong Kong di sektor mobile commerce, RoadRoid dari Swedia yang menawarkan konsep "pemerintahan ponsel", Proyek Noah dari Kanada soal pendidikan seluler, dan HandTalk dari Brasil di bidang pemberdayaan mobile. Untuk mengetahui juara lainnya, Anda bisa mengklik tautan ini.

Anggota juri memilih Harpoen sebagai juara berdasarkan keunikan konsep, pelaksanaan, potensi untuk menjangkau khalayak global, dan penerapannya secara komersial. Menariknya, anggota juri terdiri dari CEO, beberapa tokoh dan ahli strategi ternama di industri ponsel global, termasuk Ralph Simon dari Inggris, yang secara luas dianggap sebagai visioner ponsel dan "ayah" dari nada dering.

Menemani Simon, ada Gary Schwartz dari Kanada, seorang pengusaha berpengalaman dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di dunia ponsel; Harri Koponen, COO dari Rovio, pembuat fenomena Angry Birds; dan eksekutif dari SAP, Dolby, serta kepala riset global Mobile Monday.

"Kami merasa sangat berterima kasih dapat penghargaan tingkat global dari juri-juri yang begitu berbobot," kata salah seorang pendiri Harpoen, Agatha Simanjuntak-Ellis, dalam keterangan tertulis yang diterima VIVAnews. "Dan, tentunya kami sangat bangga dapat membawa nama Indonesia ke kompetisi ini."

Harpoen mengalahkan platform mobile panduan wisata dari Italia, pemesanan layanan taksi global dari Estonia, sebuah aplikasi berbagi pengalaman spontan dari Uganda, dan pemandu wisata mobile dari Austria yang mempunyai lebih dari 3,5 juta download.

Dalam presentasinya, Harpoen memamerkan bagaimana aplikasi ini telah digunakan secara global oleh puluhan ribu pengguna yang telah berbagi 50 ribu pesan dan kenangan di seluruh dunia sejak soft launch Harpoen 1.0 pada Maret 2012 lalu.

Kesuksesan Harpoen di WSA didukung oleh Shinta Dhanuwardoyo, yang sudah menjadi country expert WSA sejak tahun 2009. "Saya berharap kesuksesan Harpoen bisa menjadi contoh aplikasi yang mengedukasi, bukan hanya sekadar social media," tutur Shinta.

Jika menggunakan perangkat Apple, Anda bisa mengunduh Harpoen melalui tautan berikut ini. Sementara bagi pengguna Android, Anda baru bisa mencicipi Harpoen, Maret nanti

Tidak ada komentar:

Posting Komentar